Kalo ada pertanyaan subsie apa yang paling sibuk selama bulan April kemarin, pasti MOSI biologi adalah salah satu jawabannya. Gimana nggak? Subsie dibawah bimbingan Ibu Rochyati ini mendapat amanat penting untuk mempersiapkan wakil-wakil SMA kita tercinta ini menuju ajang bergengsi OSN tingkat Kota Semarang.
Dengan dukungan penuh dari sekolah, sebanyak 24 anak MOSI bio, --termasuk dari kelas olimpiade--,dari kelas 10 dan 11, jauh-jauh hari mempersiapkan diri menghadapi event tahunan ini. Selain belajar sendiri di rumah, para calon peserta olimpiade ini diizinkan untuk tidak mengikuti pelajaran di kelas dan hanya belajar biologi selama dua minggu sebelum hari H. Baik belajar sendiri, dengan guru atau bahkan dengan Ibu Ferniah, M. Si, dosen dari UNDIP. Makanya, jangan heran kalau selama awal sampai pertengahan April kemarin banyak temen-temen kita yang "cabut". Jangan ngiri juga, karena mereka juga berjuang demi SMAGA tercinta.
Setelah melakukan persiapan yang cukup matang, berangkatlah siswa-siswi SMAGA menuju medan laga. Tempatnya di tetangga kita, SMA 5. Tidak main-main, lebih dari seratus Satria Ganesha bertempur dengan penanya membela SMAGA kita!
Perjuangan kita yang luar biasa ini ternyata tidak sia-sia. MOSI biologi berhasil menempatkan seorang anggota skuadnya sebagai juara II. Dia adalah Sinta Setyati Siwi kelas 11 olimpiade. Dengan kemenangan awal ini, Sinta berhak mewakili Kota Semarang dan SMAGA kita di tingkat-tingkat selanjutnya...Selamat untuk para juara kita dan selamat berjuang!!! Ganbatte kudasai...
By :
Hanike Kusumaningrum
X.10
Kegiatan ensamble di antaranya adalah latihan rutin setiap hari Rabu dan Jumat yang diadakan pukul 14.00, mengisi acara HUT SMA Negeri 3 Semarang, menjadi salah satu pengisi acara di Pensaga, buka bersama pada bulan Ramadhan, dsb.
Latihan rutin pada hari Rabu dan Jumat biasa dilaksanakan di ruang kelas X-4 atau di ruang kesenian belakang. Durasi latihan sekitar 90 menit. Kak Yudhi sebagai pembimbing dan kakak-kakak dari ensamble lainnya mencontohkan bagaimana cara memainkan alat musik dengan baik dan benar, kemudian ditirukan oleh anggota ensamble yang masih pemula. Pada akhir latihan biasanya anggota ensamble memainkan alat musik secara bersama-sama.
Yang disayangkan, persediaan alat musik dalam ekstrakurikuler ini masih kurang. Jadi, sedikit menghambat dalam proses latihan. Namun hal ini tidak menjadi penghalang bagi anggota ensamble karena alat musik dapat dipakai secara bergantian. Semoga ke depannya, perlengkapan ekstrakurikuler di SMA Negeri 3 Semarang dapat lebih baik.
Oleh:
Dea Ananda Putri
X-12
Kalian pasti tahu kan alat-alat gamelan dari Jawa ?? Sebagai “wong Jawa” pasti tahu tentang alat-alat ini. Nah, di SMA 3 Semarang yang tercinta ini ada suatu kegiatan dan sudah dijadikan dalam salah satu ekstrakulikuler wajib pilihan. Ekstrakulikuler ini sesuai sekali dengan visi dan misi SMA 3 Semarang : “ Menjadi Sekolah Menengah Atas atas bertaraf Internasional terbaik di Indonesia dan Mengutamakan Mutu dengan Kepribadian yangg berpijak pada budaya bangsa”. Kegiatan ini disebut dengan karawitan. Dalam kegiatan ini kita diajak untuk dapat memainkan alat musik yang beraneka ragam jenisnya, mulai dari alat petik, pukul, tepuk dan lain sebagainya. Untuk memainkan alat-alat ini bukan dengan asal pukul saja. Pak Dian sang pembina dari kegiatan ini selalu mengatakan bahwa bermain musik gamelan harus menggunakan “rasa”(perasaan) bukan “rosa”(kekuatan).
Kegiatan yang sudah dilakukan subsie ini cukup banyak mulai dari mengisi acara dari kegiatan-kegiatan yang ada di SMA 3 Semarang seperti HUT SMA Negeri 3 Semarang, Demo 4 P, Pensaga dan lain-lain. selain itu juga berperan dalam menjamu tamu studi banding dari luar negeri dengan menampilkan tembang-tembang Jawa. Subsie ini juga dapat memberikan bekal kepada anak-anak yang akan melakukan pertukaran pelajar ke luar negeri. Latihan rutin diadakan setiap hari Selasa untuk kelas 11 dan Senin, Rabu untuk kelas 10.
Dalam memainkan gamelan ini ada maknanya lho. Salah satunya kita dapat bersatu menjadi satu kesatuan dari berbagai perbedaan yang kita miliki dan mewujudkan suatu tujuan yang sama. Selain itu ada kegunaannya juga dan kata orang bermain gamelan dapat juga membuat hati tentram para pendengarnya. Lumayan kan dapat pahala karena membuat hati orang lain senang??
Dan yang perlu kalian tahu, bahwa karawitan ini dapat melestarikan budaya Jawa lho. Tetapi mengapa masih banyak orang yang meremehkan budaya kita ini dan bahkan ada yang malu mengakui adanya budaya gamelan Jawa. Untuk mengakui saja malu, bagaimana untuk melestarikan?? Sudah banyak sekali budaya asli dari Indonesia yang diakui oleh negara lain. Maka dari itu kalau bukan kita yang melestarikan siapa lagi??Apa kata dunia?? >_<
Oleh :
Fitri Amalia Shinta Siwi
(X.10/11)
Label: Seni Budaya