GITA PUJA WIYATA (GPW) merupakan ekstra paduan suara yang memiliki lebih dari 50 anggota dan terbagi atas suara sopran , mezzo , alto , tenor dan bass . Latihan rutin yang diadakan GPW ini mulai hari Selasa (setelah pulang sekolah) dan Rabu (jam3) . Paduan suara ini bukan hanya berprestasi di dalam saja , tetapi di luar juga . Buktinya GPW berhasil mendapatkan kejuaraan dari berbagai tingkat dan baru - baru ini GPW telah berkolaborasi dengan Akpol .
" langkah tu .. dua .. tiga, seblak sampur, ungkel karno . ."
wow . . mungkin dalam bayangan beberapa diantara kita " ihh . . susah , ihh . . ribet banget " dan sebagainya . Tapi kalau kita memang ada tekad, minat, rajin latihan, apalagi seneng sama subsie ini, why not ? jalanin aja .
Subsie yang mengusung tema seni kedaerahan ini, mulai ada di Bumi Ganesha tercinta kita baru beberapa tahun saja. Awalnya seni tari sudah ada sejak dulu, sejak SMA N 3 Semarang berdiri, tapi itu hanya sebatas mata pelajaran saja, jadi belum ada subsienya . Tapi karena terbatasnya jam pelajaran yang ada untuk seni tari, apalagi setiap jam tersebut guru seni tari harus mengajari siswa satu kelas yang berjumlah kurang lebih 38 orang, pastinya nggak efektif banget kan ?
Jadi pada tahun 2007dibentuklah subsie tari klasik ini. Subsie yang latihan di ruang kesenian depan setiap hari Selasa dan Kamis ini dilatih oleh Pak Dian dan Bu Umi dengan sabar dan tak kenal lelah. Jenis tari-tarian yang sudah mereka latih bersama antara lain, tari gambyong, tari klana topeng, tari sintren banyumas, tari gunung sari, drama sendratari Ramayana dan lain-lain .
Sampai sekarang ini jumlah siswa yang mengikuti tari klasik kurang lebih hanya 23 orang saja . eittt . . tapi jangan kecewa dulu walaupun hanya 23 orang tapi banyak prestasi dan pengalaman yang telah dilalui oleh setiap anggota subsie ini, beberapa diantaranya yaitu tampil pada saat kunjungan dari Kejaksaan Agung, menyambut tamu dari Luar Negeri ( Singapura ), PENSAGA, HUT SMAGA, hari jadi Kota Semarang, Semarang Pesona Asia, dan lain-lain. Apalagi tari klasik juga pernah berkolaborasi dengan subsie karawitan untuk menampilkan pertunjukan tarian yang diiringi oleh irama gamelan yang merdu. wow . . hebat kan ???
Tak kalah penting, tari klasik juga mempunyai falsafah hidup bagi kita semua, yakni " menuntut hidup manusia ke arah yang luwes, toleran, dan harmonis ". Jadi nggak ada salahnya kok ikutan tari klasik, selain kita dapat mengenal macam-macam tarian yang ada di masyarakat, kita juga dapat melestarikan budaya-budaya daerah yang ada, karena itu tugas kita sebagai generasi penerus bangsa. Kalau bukan kita, siapa lagi ?!
GO traditional dance, GO !!
By :
Sarah Nadya Roosana, X-3
Kegiatan ensamble di antaranya adalah latihan rutin setiap hari Rabu dan Jumat yang diadakan pukul 14.00, mengisi acara HUT SMA Negeri 3 Semarang, menjadi salah satu pengisi acara di Pensaga, buka bersama pada bulan Ramadhan, dsb.
Latihan rutin pada hari Rabu dan Jumat biasa dilaksanakan di ruang kelas X-4 atau di ruang kesenian belakang. Durasi latihan sekitar 90 menit. Kak Yudhi sebagai pembimbing dan kakak-kakak dari ensamble lainnya mencontohkan bagaimana cara memainkan alat musik dengan baik dan benar, kemudian ditirukan oleh anggota ensamble yang masih pemula. Pada akhir latihan biasanya anggota ensamble memainkan alat musik secara bersama-sama.
Yang disayangkan, persediaan alat musik dalam ekstrakurikuler ini masih kurang. Jadi, sedikit menghambat dalam proses latihan. Namun hal ini tidak menjadi penghalang bagi anggota ensamble karena alat musik dapat dipakai secara bergantian. Semoga ke depannya, perlengkapan ekstrakurikuler di SMA Negeri 3 Semarang dapat lebih baik.
Oleh:
Dea Ananda Putri
X-12
Kalian pasti tahu kan alat-alat gamelan dari Jawa ?? Sebagai “wong Jawa” pasti tahu tentang alat-alat ini. Nah, di SMA 3 Semarang yang tercinta ini ada suatu kegiatan dan sudah dijadikan dalam salah satu ekstrakulikuler wajib pilihan. Ekstrakulikuler ini sesuai sekali dengan visi dan misi SMA 3 Semarang : “ Menjadi Sekolah Menengah Atas atas bertaraf Internasional terbaik di Indonesia dan Mengutamakan Mutu dengan Kepribadian yangg berpijak pada budaya bangsa”. Kegiatan ini disebut dengan karawitan. Dalam kegiatan ini kita diajak untuk dapat memainkan alat musik yang beraneka ragam jenisnya, mulai dari alat petik, pukul, tepuk dan lain sebagainya. Untuk memainkan alat-alat ini bukan dengan asal pukul saja. Pak Dian sang pembina dari kegiatan ini selalu mengatakan bahwa bermain musik gamelan harus menggunakan “rasa”(perasaan) bukan “rosa”(kekuatan).
Kegiatan yang sudah dilakukan subsie ini cukup banyak mulai dari mengisi acara dari kegiatan-kegiatan yang ada di SMA 3 Semarang seperti HUT SMA Negeri 3 Semarang, Demo 4 P, Pensaga dan lain-lain. selain itu juga berperan dalam menjamu tamu studi banding dari luar negeri dengan menampilkan tembang-tembang Jawa. Subsie ini juga dapat memberikan bekal kepada anak-anak yang akan melakukan pertukaran pelajar ke luar negeri. Latihan rutin diadakan setiap hari Selasa untuk kelas 11 dan Senin, Rabu untuk kelas 10.
Dalam memainkan gamelan ini ada maknanya lho. Salah satunya kita dapat bersatu menjadi satu kesatuan dari berbagai perbedaan yang kita miliki dan mewujudkan suatu tujuan yang sama. Selain itu ada kegunaannya juga dan kata orang bermain gamelan dapat juga membuat hati tentram para pendengarnya. Lumayan kan dapat pahala karena membuat hati orang lain senang??
Dan yang perlu kalian tahu, bahwa karawitan ini dapat melestarikan budaya Jawa lho. Tetapi mengapa masih banyak orang yang meremehkan budaya kita ini dan bahkan ada yang malu mengakui adanya budaya gamelan Jawa. Untuk mengakui saja malu, bagaimana untuk melestarikan?? Sudah banyak sekali budaya asli dari Indonesia yang diakui oleh negara lain. Maka dari itu kalau bukan kita yang melestarikan siapa lagi??Apa kata dunia?? >_<
Oleh :
Fitri Amalia Shinta Siwi
(X.10/11)
Label: Seni Budaya
