GAPUTA

20.11 / Diposting oleh OSIS SMA NEGERI 3 / komentar (2)


SMA 3 adalah salah satu sekolah favorit di Jawa Tengah yang memiliki banyak subsie sebagai pendukungnya. Gaputa merupakan salah satu subsie atau kegiatan ekstrakulikuler yang banyak diminati oleh siswa SMA 3 Semarang. Gaputa kepanjangan dari Ganesha Putra Tama, suatu organisasi pecinta alam yang mengajarkan anggotanya untuk bisa bertahan hidup tanpa merusak alam dalam berbagai situasi maupun kondisi. Gaputa memang memberikan banyak tantangan bagi para siswa yang tergabung di dalamnya, baik itu tantangan secara fisik maupun mental. Para siswa yang tergabung dalam Gaputa, harus memiliki kondisi fisik yang selalu mendukung ( baik) karena banyak energi yang diperlukan karena kita dituntut untuk beraktivitas berat, misalnya ketika para siswa yang tergabung dalam Gaputa mendaki Gunung Ungaran dengan medan yang sulit( jalanan yang dilalui sempit, licin, banyak hewan – hewan yang mengganggu atau mungkin berbahaya ketika pendakian dilakukan) dan para siswa tersebut harus mampu bertahan dengan segala sesuatu yang ada di alam, maksudnya adalah selain mengkonsumsi makanan- makanan perbekalan, semua anggota juga harus mau untuk mengkonsumsi tumbuh – tumbuhan dan hewan – hewan lain seperti cacing atau belalang. Memang terdengar agak menjijikkan dan terasa mual ketika kita mendengar ceritanya tapi itulah Gaputa..
Dalam Gaputa, para siswa juga banyak diberikan pengetahuan – pengetahuan baru, diantaranya adalah pengetahuan bagaimana cara pendakian gunung yang aman, tumbuhan dan hewan mana saja yang dapat dimakan, dan tentu saja melatih keberanian tiap siswa untuk hidup di alam terbuka yang jarang terjamah oleh manusia. Biasanya yang menjadi ketertarikan siswa untuk ikut dalam kegiatan Gaputa adalah karena mereka ingin mengenal alam terbuka lebih dekat yang sekarang ini semakin jarang kita temui keberadaannnya karena ulah manusia yang tidak bertanggung jawab.
Banyak juga manfaat yang dapat dirasakan oleh para siswa setelah mengikuti beberapa kegiatan pendakian gunung yang diadakan oleh Gaputa, diantaranya yaitu mereka lebih bisa menghargai alam dan menyadari betapa pentingnya alam ini untuk kita, baik untuk kehidupan manusia ataupun makhluk hidup lain disekitarnya, melatih keberanian untuk menjelajahi alam sekitar, mendapat pengalaman – pengalaman baru yang setiap orang belum tentu bisa mendapatkannya, dan mendapat pengetahuan unik yang tidak akan diperoleh jika tidak bergabung dengan Gaputa.
Jayalah Gaputa, buktikan bahwa alam bersahabat dan keberadaan mereka penting bagi kita semua.......

Ganesha Pramodha Laksana Adhidharma (GPLA) XV

07.51 / Diposting oleh OSIS SMA NEGERI 3 / komentar (0)

Sering denger tapi nggak tau artinya? Apaan sih GPLA itu? Mau tau, maumaumau? Let’s check this out!

Ganesha Pramodha Laksana Adhidharma (GPLA) adalah suatu kegiatan yang diadakan oleh Ambalan Soeringgit, Pramuka SMA Negeri 3 Semarang Gudep 08.093-08.094. Kegiatan ini diperingati setiap tahunnya untuk memperingati HUT Ambalan Soeringgit, yakni pada tanggal 14 April 1978. Nama Ganesha Pramodha Laksana Adhidharma berasal dari bahasa Sansekerta, yang artinya adalah “Pramuka SMA 3 Semarang sebagai sosok generasi muda siap untuk mengabdi serta melaksanakan kegiatan besar dan agung. “

Bentuk kegiatan yang diadakan adalah Lomba Kepramukaan (Soeringgit Cup) dan acara-acara menarik lainya. Kegiatan ini diharapkan sebagai peningkatan kualitas serta pengalaman secara langsung dari sebuah kegiatan kepramukaan bagi anggota pramuka SMA 3 Semarang.

Nah, sebentar lagi, tepatnya tanggal 3 Mei 2009, bakal diadain GPLA XV, memperingati HUT Ambalan Soeringgit ke XXXI. Dengan mengusung tema “Ulurkan tangan dan buka hati pada sesama melalui seni dan budaya mewujudkan insan yang berkualitas”, GPLA XV akan menyelenggarakan dua acara, yakni Soeringgit Cup dan The Amazing Paint.

Soeringgit Cup akan akan diikuti oleh Penggalang (SMP) se-Jateng dengan cabang lomba PBB, Langkah Pramuka, Ethnic Modern Dance, PUPUK/Sandi, Semaphore, Morse, dan Tali - temali (Pioneering). Sedangkan The Amazing Paint adalah perlombaan yang melibatkan siswa-siswi SLB se-Kota Semarang dalam lomba menggambar. Acara ini bisa dibilang adalah acara pertama di Jawa Tengah, bahkan di Indonesia, yang akan melibatkan SLB (dalam lomba menggambar) dengan unsur kepramukaan.

Oke, mungkin cukup segini aja penjelasan mengenai GPLA, bagi yang mau tau lebih banyak, bisa tanya aja sama panitia (gak usah takut, gak nggigit koq, yang pastinya baik-baik n imut-imut, hehe..), ato mungkin kamu juga bisa dateng langsung, (sekali lagi, diulang) besok Minggu, 3 April 2009... Sukses buat GPLA XV, chayoo!

BY
FIRSTY ILMINOVIA

Label:

Traditional dance , why not ??

07.43 / Diposting oleh OSIS SMA NEGERI 3 / komentar (0)

" langkah tu .. dua .. tiga, seblak sampur, ungkel karno . ."
wow . . mungkin dalam bayangan beberapa diantara kita " ihh . . susah , ihh . . ribet banget " dan sebagainya . Tapi kalau kita memang ada tekad, minat, rajin latihan, apalagi seneng sama subsie ini, why not ? jalanin aja .

Subsie yang mengusung tema seni kedaerahan ini, mulai ada di Bumi Ganesha tercinta kita baru beberapa tahun saja. Awalnya seni tari sudah ada sejak dulu, sejak SMA N 3 Semarang berdiri, tapi itu hanya sebatas mata pelajaran saja, jadi belum ada subsienya . Tapi karena terbatasnya jam pelajaran yang ada untuk seni tari, apalagi setiap jam tersebut guru seni tari harus mengajari siswa satu kelas yang berjumlah kurang lebih 38 orang, pastinya nggak efektif banget kan ?

Jadi pada tahun 2007dibentuklah subsie tari klasik ini. Subsie yang latihan di ruang kesenian depan setiap hari Selasa dan Kamis ini dilatih oleh Pak Dian dan Bu Umi dengan sabar dan tak kenal lelah. Jenis tari-tarian yang sudah mereka latih bersama antara lain, tari gambyong, tari klana topeng, tari sintren banyumas, tari gunung sari, drama sendratari Ramayana dan lain-lain .

Sampai sekarang ini jumlah siswa yang mengikuti tari klasik kurang lebih hanya 23 orang saja . eittt . . tapi jangan kecewa dulu walaupun hanya 23 orang tapi banyak prestasi dan pengalaman yang telah dilalui oleh setiap anggota subsie ini, beberapa diantaranya yaitu tampil pada saat kunjungan dari Kejaksaan Agung, menyambut tamu dari Luar Negeri ( Singapura ), PENSAGA, HUT SMAGA, hari jadi Kota Semarang, Semarang Pesona Asia, dan lain-lain. Apalagi tari klasik juga pernah berkolaborasi dengan subsie karawitan untuk menampilkan pertunjukan tarian yang diiringi oleh irama gamelan yang merdu. wow . . hebat kan ???

Tak kalah penting, tari klasik juga mempunyai falsafah hidup bagi kita semua, yakni " menuntut hidup manusia ke arah yang luwes, toleran, dan harmonis ". Jadi nggak ada salahnya kok ikutan tari klasik, selain kita dapat mengenal macam-macam tarian yang ada di masyarakat, kita juga dapat melestarikan budaya-budaya daerah yang ada, karena itu tugas kita sebagai generasi penerus bangsa. Kalau bukan kita, siapa lagi ?!
GO traditional dance, GO !!

By :
Sarah Nadya Roosana, X-3

Label: